Selasa, 13 Maret 2018

Orang Dibalik Pintu


Oranng dibalik Pintu
         
Suatu malam aku dilanda kesepian, kebetulan ada teman satu kos tetapi berbeda kamar. Mereka asyik ngobrol di tengah malam yang sepi bagiku, aku dikamar sendirian, mereka berdua asyik bercanda dengan lelucon mereka.
Ketika itu sekitar pukul 01:40 aku mengetuk pintu kamar mereka berdua yang sekamar, kebetulan pintu kamar mereka dikunci dari dalam. Aku berniat untuk bergabung bersama mereka, namun sekejap aku mempunyai ide untuk menjahili mereka. Aku ketuk pintu kamar mereka dan aku berlari masuk kamarku bersembunyi dibalik pintu.
Mereka pun bergegas membuka pintu dengan kepanikan mereka karena tak wajar tengah malam ada yang bertamu. Temanku yang bernama Bangkit keluar mengecek siapa yang mengetuk pintu, dan temanku bernama Indra merasa panik dengan memegang helm sebagai senjata untuk siap memukul apabila terjadi tindak kejahatan.
Kemudian Bangkit mengecek kamarku yang masih terbuka pintunya, ia kaget dan semakin panik ketika melihat tidak ada aku di dalam kamar. Indra pun sangat panik ketika tahu aku tidak ada dalam kamar, Salah satu dari mereka mengecek dalam kamar mandi, namun tak ada orang dalam kamar mandi. Mereka tidak tahu jika aku bersembunyi dibalik pintu kamarku.
Bangkit berdiri waspada sambil mengawasi di belakang gerbang, Indra dengan ketakutanya masih di depan pintu kamarnya. Suasana hening ketika mereka berdiam waspada bercampur ketakutan. Tak berselang lama aku pun keluar dari tempat persembunyianku, dengan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lucu mereka. Mereka jengkel dengan kejahilanku yang sudah membuat badan mereka bergetar.
Aku terus tertawa melihat mereka yang masih ketakutan dengan kaki bergetar. Sambil meminum air mereka mengatakan kata kotor terhadapku, aku semakin tertawa melihat mereka yang panik karena aku dikira kesurupan ketika pintu ada yang mengetuk tapi tidak ada orangnya. Kebetulan di kos tersebut hanya aku dan mereka penghuninya.


Senin, 12 Maret 2018

Shinden


Shinden

Cengkok lagu yang liku
Terasa indah didengar
Hati terguncang oleh semuanya
Ketika kumendengar cengkok itu
Segumpal hati telah jatuh
Hinggaku lelah menanti untuk berharap
Hati yang jatuh di ambil olehnya
Sang pengguncang hati
Terus bernyanyi dengan indahnya
Tiada rasa yang ia pahami
Tentang benih cinta bukan benih ikan
Seorang wanita dengan cengkok Jawa bernyanyi
Kutunggu kau mengambil hati yang jatuh ini
Kuharap jatuh hati ini tak berpaling
Kaulah tangan terindah guna menyimpan hati ini
Bergegaslah kau sadari rasa ini
Terukir sudah namamu dalam hati
Suaramu telah buatku lelah bercinta
Tak peduli berapa lama kita diberi waktu
Kiniku telah mengenalmu

Sabtu, 10 Maret 2018

Raut Wajah Dalam Bayangan

Sendiri kunikmati malam ini

Bagai burung mengangguk kutengok sumur

Terpikir sumur lebih kekal

Tali timba menua

Sesosok bayangan indah

Raut wajah yang menyegarkan

Senyum gula terasa pahit di hati

Sosok wanita yang tak pernah kucintai

Selalu hadir setiap malam

Malamku membeku oleh kesunyian



Yoga Robhet Yulianto
10 Maret 2018

Deru Menyapa

Deru Menyapa


Berjalan dalam mimpi
Tersapa oleh ia sang pujaan hati
Kunikmati sensasi bahagia
Hingga hati berbungah
Terpisah oleh raga
Terhempas dalam udara sejuk
Sajak manis terucap dalam mimpi
Bising terdengar oleh telinga
Khayalan dalam mimpi
Hanyalah deru menyapa di kemudian hari
Bersamamu hanyalah mimpi



Yoga Robhet Yulianto
10 Maret 2018



Kamis, 08 Maret 2018

Jamur Ajaib

Jamur ajaib

Ketika siang berlalu, bersama teman aku mencari sebuah bahan penenang! Tiada bukti bahwa kami mencicipinya, namun sebuah penemuan fermentasi kotoran sapi, telah menghipnotis kami!
Halusinasi pernah kami alami bersama ketika kawan berkata.
"Ayo halu(!)" kawan(A) bicara
"Ayok, jamur tletong yok" kawan(B) menjawab!
Aku pun menjawab "budal"
Dan kami pun bergegas mencari sebuah bahan, yang ternyata ada diatas kotoran sapi! Sungguh tak patut di konsumsi. Semua teman mencicipi dengan sedikit rasa telur krispi. Mulai tertawa, dan terus tertawa hingga sampai alam bawah sadar kita, itu pun berlanjut hingga sore hari!
Aku pulang melihat raut wajah presiden pertama Indonesia, yaitu Soekarno! Tanpa kusadari itu hanyalah bilik rumahku.
Halu telah menguasaiku! Hingga kutersadar oleh susu putih bergambarkan beruang(!)
Tiga kaleng kuhabiskan, dan kutersadar bahwa aku sedang dimabuk jamur! Hal yang tak sepantasnya kurasakan, tapi! Itulah efeknya. Hingga kini kutak pernah mencicipinya lagi, karena aku sadar bahwa itu hanyalah rugi yang dihasilkan!.
Hingga kini aku tak mau mencicipinya lagi! Sebuah jamur ajaib yang membuat masa depan raib!
Teman tak sadar akan hal itu, tapi! Kini mereka tersadar bahwa itu hanyalah Onani!

Yoga Robhet Yulianto
Kamar Kos, 9 Maret 2018

Puisi pertama pentas

*Mata Berkaca-kaca*

Riuh keluarga berdatangan

Menyaksikan sebuah karya yang dihasilkan

Namun tak seorang merasakan itu

Merasa iri, merasa diskriminasi berlanjut

Kumerasakannya, tiada anggota keluarga

Berdatangan menyaksikan sebuah karya

Dihasilkan oleh keluarga mereka

Rasa iri tak mungkin dipungkiri!

Merasa bangga pengganti keluarga menghadiri

Karya? Tak boleh berhenti!

Kukan terus berkarya, sampai keluarga menghadiri.

Karya
#Yoga Robhet Yulianto
#Kamar Kos, 9 Maret 2018