Oranng dibalik Pintu
Suatu malam aku dilanda kesepian, kebetulan ada teman satu
kos tetapi berbeda kamar. Mereka asyik ngobrol di tengah malam yang sepi
bagiku, aku dikamar sendirian, mereka berdua asyik bercanda dengan lelucon
mereka.
Ketika itu sekitar pukul 01:40 aku mengetuk pintu kamar
mereka berdua yang sekamar, kebetulan pintu kamar mereka dikunci dari dalam.
Aku berniat untuk bergabung bersama mereka, namun sekejap aku mempunyai ide
untuk menjahili mereka. Aku ketuk pintu kamar mereka dan aku berlari masuk
kamarku bersembunyi dibalik pintu.
Mereka pun bergegas membuka pintu dengan kepanikan mereka
karena tak wajar tengah malam ada yang bertamu. Temanku yang bernama Bangkit
keluar mengecek siapa yang mengetuk pintu, dan temanku bernama Indra merasa
panik dengan memegang helm sebagai senjata untuk siap memukul apabila terjadi
tindak kejahatan.
Kemudian Bangkit mengecek kamarku yang masih terbuka
pintunya, ia kaget dan semakin panik ketika melihat tidak ada aku di dalam
kamar. Indra pun sangat panik ketika tahu aku tidak ada dalam kamar, Salah satu
dari mereka mengecek dalam kamar mandi, namun tak ada orang dalam kamar mandi.
Mereka tidak tahu jika aku bersembunyi dibalik pintu kamarku.
Bangkit berdiri waspada sambil mengawasi di belakang gerbang,
Indra dengan ketakutanya masih di depan pintu kamarnya. Suasana hening ketika
mereka berdiam waspada bercampur ketakutan. Tak berselang lama aku pun keluar
dari tempat persembunyianku, dengan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi
lucu mereka. Mereka jengkel dengan kejahilanku yang sudah membuat badan mereka
bergetar.
Aku terus tertawa melihat mereka yang masih ketakutan dengan
kaki bergetar. Sambil meminum air mereka mengatakan kata kotor terhadapku, aku
semakin tertawa melihat mereka yang panik karena aku dikira kesurupan ketika
pintu ada yang mengetuk tapi tidak ada orangnya. Kebetulan di kos tersebut
hanya aku dan mereka penghuninya.